Pemanfaatan
ICT dalam Pendidikan
Berbicara mengenai teknologi, saat ini
pemanfaatannya telah dilakukan dalam berbagai macam hal. Salah satu teknologi
yang banyak digunakan saat ini adalah pemanfaatan ICT. Information
Communication Technologi (ICT) adalah salah satu bidang kajian yang
beberapa tahun kebelakang mulai berkembang di negara kita dan telah banyak
diimplementasikan dalam berbagai bidang. Teknologi Informasi sama dengan
teknologi lainnya, dalam teknologi informasi, informasi merupakan komoditas
yang diolah dengan teknologi tersebut. Bentuk dari teknologi adalah kumpulan
pengetahuan (knowledge) yang diimplementasikan dalam tumpukan kertas (stacked
of papers), atau sekarang berbentuk file-file dalam media
penyimpan seperti disket, CD-ROM, flash disk.
Teknologi informasi
dan komunikasi mempunyai pengertian luas yang meliputi segala hal yang
berkaitan dengan proses komunikasi informasi, penggunaan sebagai alat bantu,
manipulasi dan pengolahan informasi. Teknologi Informasi dan Komunikasi
cendrung dikaitkan dengan teknologi terbaru, seperti komputer dan teknologi
yang mutakhir. Teknologi informasi dan komunikasi terus mengalami perkembangan
baik dari bentuk, ukuran, kecepatan dan kemampuannya. Di dunia pendidikan,
banyak sekali lembaga pendidikan yang telah berhasil mengembangkan teknologi informasi
dan komunikasi dalam mendukung proses pembelajarannya.
Perkembangan
TIK atau multimedia di Indonesia khususnya dalam dunia pendidikan masih belum
optimal dibandingkan dengan negara-negara tetangga sepertI Singapura, Malaysia
dan Thailand. Terdapat beberapa masalah dan kendala yang masih dirasakan oleh
masyarakat khususnya tenaga pendidik dan profesional pendidikan untuk
memanfaatkan TIK di berbagai jenjang pendidikan baik formal maupun non formal.
Permasalahan tersebut terutama berkaitan dengan kebijakan, standarisasi,
infrastruktur jaringan dan konten, kesiapan dan kultur sumber daya manusia di
lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, berbagai upaya yang telah dan akan
dilakukan baik pemerintah maupun masyarakat dalam rangka pemanfaatan TIK dalam
pendidikan sangat penting dan mutlak dilakukan secara terintegrasi, sistematis
dan berkelanjutan.
Pemanfaatan
ICT sebagai media belajar dan mengajar diperlukan untuk mewujudkan efektifitas
dan optimasi pembelajaran, namun perlu disadari bahwa apapun media yang digunakan prinsip pembelajaran tetap dipegang teguh.
Pada saat berbicara mengenai “e-Learning” atau pendayagunaan media elektronik
untuk efektifitas, efisiensi dan kemenarikan pembelajaran hanya berfokus pada
kata “e” dan melupakan “learning”nya itu sendiri. Banyak sekolah yang
berlomba-lomba melengkapi sekolahnya dengan fasilitas ICT, tapi pemanfaatannya
tidak sesuai dengan kebutuhan. Atau banyak media elektronik yang bisa
dimanfaatkan untuk pembelajaran tapi belum dioptimalkan. Keberadaan LCD Projector plus satu laptop
dalam satu kelas tidak akan membawa perubahan yang berarti jika hanya digunakan
oleh guru untuk menjelaskan pelajaran. Tapi akan jauh membawa perubahan yang
berarti jika siswa diberi kesempatan untuk memanfaatkan teknologi tersebut
untuk mengungkapkan ide dan pengetahuannya kepada teman-temannya yang lain
Ketika teknologi tersebut hanya dimanfaatkan oleh guru untuk mengajar, maka
siswa hanya akan memperoleh pengetahuan tentang apa yang diajarkan dan sedikit
gambar atau ilustrasi yang lebih menarik dan konkrit, itupun jika slide
presentasi yang dibuatnya baik. Tapi, ketika
dimanfaatkan siswa untuk mempresentasikan ide dan pengetahuannya kepada
kawan-kawannya yang lain, maka siswa lain akan memperoleh pengetahuan, dan
siswa yang berkesempatan menggunakan teknologi tersebut secara tidak langsung
mengasah atau meningkatkan ICT literacy mereka dan kemampuan berpikir
kritis, problem solving dan lainnya.
Media ICT
1.
Pemanfaatan teknologi
multimedia sebagai interactive multimedia instructional (IMMI).
Keunggulan :
o
Dengan menggunakan teknologi multimedia, berbagai
media konvensional yang ada dapat diintegrasikan
ke dalam satu jenis media interkatif , seperti media teks (papan tulis),
audio, video, yang jika dipisahkan akan membutuhkan lebih banyak media.
o
Teknologi IMMI, memungkinkan pengguna untuk menelusuri
materi ajar, sesuai dengan kemampuan dan latarbelakang pengetahuan yang
dimilikinya, disamping itu menjadikan pengguna lebih nyaman dalam mempelajari
isi media, secara berulang-ulang.
o
Simulasi dan visualisasi merupakan
fungsi khusus yang dimiliki oleh IMMI, sehingga dengan teknologi animasi,
simulasi dan visualisasi komputer, pengguna akan mendapatkan infromasi yang
lebih real dari infromasi yang bersifat abstrak. Dalam beberapa kurikulum
dibutuhkan pemahaman yang kompleks, abstrak, proses dinamis dan mikroskopis,
sehingga dengan simulasi dan visualisasi peserta didik akan dapat mengembangkan
mental model dalam aspek kognitifnya
Pemanfaatan
1.
Dimanfaatkan oleh guru untuk menyampaikan materi
pembelajaran.
2.
Dipakai oleh siswa mempresentasikan ide dan pemikiran
suatu materi belajar kepada kawan-kawan
di kelas.
2.
Pemanfaatan E-Media
E-Media (electronic-media)
adalah media belajar yang dikemas dalam bentuk CD-ROM Interaktif. E-Media akan
dapat menggali kemampuan individual siswa serta menimbulkan daya tarik,
sehingga diharapkan dapat melahirkan motivasi bagi siswa dalam meningkatkan
prestasi dan hasil belajarnya. E-Media
ini juga dapat menjembatani permasalahan keterbatasan kemampuan daya serap
siswa dan keterbatasan kemampuan guru dalam proses belajar mengajar di kelas,
untuk memahami dan memberikan perlakuan sesuai dengan karakteristik siswa
secara individual.
Penggunaan
dan pengembangan media ajar, merupakan salah satu strategi pembelajaran yang
dapat dilakukan oleh seorang guru, dalam rangka meningkatkan peran serta dan
partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, karena akan dapat memberikan
rangsangan kepada siswa, sehingga proses penyampaian informasi kepada peserta
didik akan berjalan dengan baik, karena dengan penggunaan media, suatu materi
ajar akan dapat dipahami dengan mudah oleh seorang siswa.
3.
Pemanfaatan E-Learning.
E-Learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di
media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning
secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata
pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah
disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri).
Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan
oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola
oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang
memang bergerak dibidang penyediaan jasa E-Learning untuk umum.
E-Learning
bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana,
misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi,
organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program,
pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut
biaya).
4.
E-Library
E–Library (Electronic Library) atau perpustakaan digital
adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan), gambar,
suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan
protokol elektronik melalui jaringan komputer. E-Library merupakan suatu
kumpulan/koleksi artikel-artikel dan laporan yang tersedia untuk bacaan on-line
atau download, e-Library mengarah pada inisiatif pembelajaran integratif.
E-Library merupakan sumber yang sempurna untuk mengirimkan teks lengkap dan
referensi penting multimedia, serta mudah untuk digunakan dalam penelitian.
Menghadapi era informasi (information era), informasi menjadi sangat
penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Adanya perkembangan dan
kemajuan bidang teknologi informasi (Information Technology) yang sangat pesat
dewasa ini, mengharuskan perubahan paradigma dan kinerja pada pusat-pusat atau
sumber informasi. Salah satu sumber informasi tersebut adalah perpustakaan,
Salah satu upaya memaksimalkan pemanfataan dan penggunaan data/informasi di
atas adalah mengembangkan infrastruktur informasi dengan konsep perpustakan
digital (digital library) atau lebih dikenal dengan e-Library yang pada
akhirnya akan menjadi perpustakaan virtual (virtual library), Digital Library (DL) atau perpustakaan
digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku (tulisan),
gambar, suara dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan
menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. Istilah digital
library sendiri mengandung pengertian sama dengan electronic library dan virtual
library.
Sumber: